BAB VIII NA’AT MAN’UT

NA’AT MAN’UT

(ﺍﻟﻨﻌﺕ ﻮﺍﻟﻣﻧﻌﻭﺕ)

يَتْبَعُ فِي الإعْرَابِ الأسْمَاء الأوَلْ  ¤ نَعْتٌ وَتوْكِيدٌ وَعَطْفٌ وَبَدَلْ

Mengikuti Isim awal di dalam I’robnya, yaitu: Na’at, Taukid, ‘Athaf dan Badal.

فَالنَّعْتُ تَابعٌ مُتِمٌّ مَا سَبَقْ  ¤ بِوَسْمِهِ أوْ وَسْمِ مَا بِهِ اعْتَلَقْ

Adapun Na’at adalah Tabi’ penyempurna lafazh sebelumnya dengan sebab menyifatinya (Na’at Haqiqi) atau menyifati lafazh hubungannya (Na’at Sababi).

Definisi

Menurut bahasa Na’at adalah menerangkan suatu sifat.

Sedangkan menurut istilah Na’at adalah isim tabi’yang menerangkan sifat dari lafadz yang diikutinya.semisal contohnya:
Budi anak yang rajin = kata rajin pada contoh ini dinamakan Na’at sedangkan Budidinamakan man’ut.

Contoh: 

جاء الرجلُ المهذبُ

Artinya Laki-Laki yang baik itu telah datang.

جاء       :  adalah fiil madhi yang bertemu dengan dhomir rofa’ hukumnya adalah mabni sukun.

الرجلُ     : adalah Fa’il, I’robnya adalah marfu’ dengan dhammah. Dan juga sebagai Man’ut.

المهذبُ   : adalah na’at I’robnya adalah marfu’ dengan dhammah karna mengikuti man’ut.

Na’at mengikuti man’ut dalam beberapa hal:

1.Dalam hal I’rob

    Yaitu I’rob Rofa’ irob Nasob dan irob Jar

2.Dalam MufrodTasniah dan Jama’.

3.Didalam muzdakar dan muannas.

4.Didalam ma’rifat dan nakiroh.

Selanjutnya akan kami berikan contoh2nya.

I’Rob (berubahnya akhir kalimah karna berbeda bedanya amil yang masuk)

Rofa’ﺠﺍﺀ ﺰﯾﺫ ﻜﺭﯾﻢ

ﺠﺍﺀ     :   adalah fiil madi mabniyun alal fathi.

ﺯﻳﺫ     :   adalah man’ut dirofa’ karna menjadi fail tandanya adalah dhommah.

ﻛﺭﻳﻢ    :   adalah na’at dirofa’ karna mengikuti man’ut.

Nasob :ﺭﺍﯾﺖ ﺯﯾﺫﺍ ﻋﺍﻟﻤ

ﺭﺍﻳﺕ    :   adalah fiil madi mabni sukun karna bertemu dengan domir rofa.

ﺯﻳﺫﺍ    :   adalah man’ut dinasob karna menjadi maf;ul bih tandanya adalah fatha

ﻋﺍﳌﺍ   :   adalah na’at dinasob karna mengikuti man’ut.

Jar : سلمت على الرجلِ المهذبِ

سلمت        :   adalah fiil madi .

oعلى الرجلِ   :   adalah man’ut dijar karna kemasukan huruf jar yaitu ‘ala;

المهذبِ       :   adalah na’at dijar karna mengikuti man’ut.

– Mufrad : المُدَرِّسُ الجَدِيْدُ فِي الفَصْلِ
Guru baru didalam kelas

– Mutsanna : هذانِ طالبانِ جديدانِ
Ini dua murid baru

– Jama’ : هؤلاء طلابٌ جددٌ
Mereka murid-murid baru

BAB VII JUMLAH ISMIYAH (MUBTADA DAN KHABAR)

JUMLAH ISMIYAH (MUBTADA DAN KHABAR)

المبتدأ هو الإسم المرفوع العارى عن العوامل اللفظيـّة, والخبر هو الإسم المرفوع المسند إليه

Mubtada’ adalah Mubtada’ adalah isim yang dibaca rafa’ karena tidak ada amil lafdhi yang masuk, isim marfu’ yang biasanya terdapat di awal kalimat (Subyek)

Khobar adalah Khabar adalah isim yang dibaca rafa’ yang disandingkan dengan mubtada’, sesuatu yang dapat menyempurnakan makna mubtada’ (Predikat)

Contoh:

مُحَمَّدٌ طَبِيْبٌ  (Muhammad adalah seorang dokter)

الأُسْتَاذُ مَرِيْضٌ  (Ustadz itu sakit)

Ketentuan-ketentuan Mubtada’ dan khobar

  1. Mubtada’ dan khobar merupakan isim-isim marfu’

Contoh:

الْوَلَدُ نَشِيْطٌ (Anak itu rajin)

أَبُوْكَ مَاهِرٌ (Bapakmu adalah orang yang pandai)

الْقَاضِى عَادِلٌ (Hakim itu adil)

  • Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi bilangannya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَاضِرٌ (Seorang muslim itu hadir)

الْمُسْلِمَانِ حَاضِرَانِ (Dua orang muslim itu hadir)

الْمُسلِمُوْنَ حَاضِرُوْنَ (Orang-orang muslim itu hadir)

  • Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi jenisnya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ صَالِحٌ (Orang muslim itu sholeh)

الْمُسْلِمَةُ صَالِحَةٌ (Orang muslimah itu sholihah)

الْمُؤْمِنُوْنَ مُجْتَهِدُوْنَ (Para lelaki mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh)

الْمُؤْمِنَاتُ مُجْتَهِدَاتٌ (Para perempuan mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh)

أَنْوَاعُ الْمُبْتَدَأِ
(Macam-Macam Mubtada’)

  1. Mubtada’ yang berupa isim mu’rob

Contoh:

أَللهُ عَلِيْمٌ  (Allah Maha Mengetahui)

الْوَلَدَانِ مُجْتَهِدَانِ  (Dua anak laki-laki itu orang yang bersungguh-sungguh)

عُمَرُ عَادِلٌ  (Umar adalah seorang yang adil)

  • Mubtada’ yang berupa isim mabni

Contoh:

هَذَا الْكِتَابُ جَدِيْدٌ  (Buku ini baru)

هُوَ مُجْتَهِدٌ  (Dia seorang yang bersungguh-sungguh)

أَنَا طَالِبٌ  (Saya seorang mahasiswa)

أَنْوَاعُ الْخَبَرِ

(Macam-Macam Khobar)

  1. Khobar Mufrod

Khobar mufrod adalah khobar yang bukan berupa jumlah maupun syibhul jumlah.

Contoh:

الْعَامِلُ حَاضِرٌ  (Seorang pekerja itu hadir)

الْعَامِلاَنِ حَاضِرَانِ  (Dua orang pekerja itu hadir)

الْعُمَّالُ حَاضِرُوْنَ  (Para pekerja itu hadir)

  • Khobar Murokkab

Khobar murokkab adalah khobar yang berupa jumlah atau syibhul jumlah.

  1. Khobar yang berupa jumlah
  2. Jumlah Ismiyah

Contoh:

الْوَلَدُ كِتَابُهُ جَدِيْدٌ  (Anak laki-laki itu bukunya baru)

الْوَلَدُ أَبُوْهُ حَاضِرٌ  (Anak laki-laki itu bapaknya hadir)

الْمَدْرَسَةُ مُدَرِّسُهَا حَضَرَ  (Sekolahan itu pengajarnya telah hadir)

  • Jumlah Fi’liyah

Contoh:

الْوَلَدُ حَضَرَ أَبُوْهُ  (Anak itu telah hadir bapaknya)

الْمُدَرِّسُ حَضَرَ  (Seorang pengajar itu telah hadir)

الْمُدَرِّسُوْنَ حَضَرُوْا  (Para pengajar itu telah hadir)

  1. Khobar yang berupa syibhul jumlah
  2. Jer dan Majrur

Contoh:

مُحَمَّدٌ فِى الْبَيْتِ  (Muhammad di dalam rumah)

الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ  (Buku itu di atas meja)

  • Dhorof dan Mudhof ilaih

Contoh:

مُحَمَّدٌ أَمَامَ الْبَيْتِ  (Muhammad di depan rumah)

الْهِرَّةُ تَحْتَ الْمَكْتَبِ  (Kucing itu di bawah meja)

Catatan:

  • Susunan mubtada’ dan khobar membentuk jumlah isimiyah, sedangkan susunan fi’il dan fa’il membentuk jumlah fi’ilyah.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَضَرَ  (Jumlah isimiyah)

حَضَرَ الْمُسْلِمُ  (Jumlah fi’liyah)

  • Apabila khobar berupa jumlah fi’liyah yang fa’ilnya berupa dhomir, maka harus mengikuti mubtada’nya dari sisi bilangan dan jenisnya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَضَرَ

الْمُسْلِمُوْنَ حَضَرُوْا

الْمُسْلِمَةُ حَضَرَتْ

الْمُسْلِمَاتُ حَضَرْنَ

  • Terkadang letak khobar didahulukan daripada mubtada’. Khobar ini dinamakan khobar muqoddam (خَبَرٌ مُقَدَّمٌ) dan mubtada’nya dinamakan mubtada’ muakhkhor (مُبْتَدَأٌ مُؤَخَّرٌ)

Contoh:

فِى الْبَيْتِ رَجُلٌ

عِنْدِى فُلُوْسٌ

  • I’rob dari khobar yang berbentuk murokkab adalah fi mahalli rof’in ( فِى مَحَلِّ رَفْعٍ )

BAB V DLAMIR MUTTASHIL DAN DLAMIR MUNFASHIL

DLAMIR MUTTASHIL DAN DLAMIR MUNFASHIL

Dhomir, terbagi menjadi 3, dhomir munfashil, dhomir muttasil dan dhomir mustatir. Ada juga yang membaginya menjadi dhomir baariz/dzohir (tampak) dan dhomir mustatir (tersembunyi) dan selanjutnya dhomir dzohir terbagi menjadi dhomir munfashil dan dhomir muttasil. Sama aja.

1. Dhomir Munfashil (ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ)  yaitu dhomir yang terpisah, berdiri sendiri. Dhomir munfashil dapat berkedudukan:

  • Rofa (ضمائر رفع منفصلة) sebagai
  • Mubtada (مبتدأ) diawal kalimat,
  • Khobar (خبر),
  • Faa’il (فاعل) dan
  • Naa’ib Faa’il (نائب الفاعل)
  • Nashob (ضمائر نصب منفصلة) sebagai
  • Maf’ul Bihi (مفعوال به

2. Dhomir Muttashil (ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ) yaitu dhomir yang selalu bersambung dengan kata (الكلمة) setelahnya. Dhomir Muttashil dapat berkedudukan:

  • Rofa’ (ضمائر رفع متصّل) sebagai
  • Faa’il (فاعل) yaitu ketika bersambung dengan Fi’il (فعل). [cth:نَصَرْتَ]
  • Isim Kaana dan saudara saudaranya (اسم كان و أخواتها); yaitu ketika bersambung dengan Kaana dan saudara-saudaranya. [cth: كُنْتُ]
  • Nashob (ضمائر نصب متصّل)sebagai
  • Maf’uulun bihi (مفعول به) yaitu ketika bersambung dengan fi’il (فعل). [cth:إِيَّاكَ]
  • Isim Inna dan saudara saudaranya (اسم  إنّ و أخواتها) yaitu ketika bersambung dengan Inna dan saudara saudaranya (إنَّه)
  • Jarr/Khofd (ضمائر  جرّ متصّل)
  • Susunan Jar-Majrur (جر و مجرور) ketika bersambung dengan huruf Jar (حرف الجرّ). [cth: فِيْهِ]
  • Mudhof ilayh (مضاف إليه) ketika bersambung dengan Isim (الاسم). [cth: بَلَدُهُ]

3. Dhomir Mustatir (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ yaitu dhomir yang tidak tampak/tersembunyi dan tidak juga di lafadzkan.

Dhomir mustatir ada dua macam, (1) dhomir mustatir wujuban {الضمير المستتر وجوبا}  dan (2) dhomir mustatir jawazan {الضمير المستتر جوازا}

  1. Dhomir Mustatir Wujuban {الضمير المستتر وجوبا} adalah dhomir yang tidak bisa digantikan oleh isim dhohir yang semakna. Isim dhohirnya wajib gak tampak. Dhomir ini hanya ada pada beberapa fiil yaitu:
  2. Pada Fi’il Amr dengan dhomir ‘anta [أُكْتُبْ]
  3. Pada Fi’il Mudhori yang diawali dengan

-Ta’ khitoob waahid (تاء خطاب الواحد) yaituتَشْكُرُ

-Hamzah (الهمزة) yaituأَشْكُرُ

-Nuun -nahnu- yaituنَشْكُرُ

2.   Dhomir Mustatir Jawazan {الضمير المستتر وجوبا}adalah dhomir yang bisa digantikan oleh isim dhohir yang semakna.

Yang termasuk dhomir mustatir jawazan ini adalah semua fiil madhi dan mudhoridengan dhomir ghooib/ghooibah

Contoh lengkap dhomir dhomir yang telah disebutkan diatas dapat dilihat di tabel berikut:

– Dhomir Dhohir (ضَمِيْرٌ ظَاهِرٌ)

https://irilaslogo.files.wordpress.com/2012/11/dhomir-dhohir.png?w=461&h=660

Yang berwarna merah itu adalah dhomirnya. Yang paling kanan adalah dhomir munfashil (dhomir yang berdiri sendiri), sisanya  adalah dhomir muttasil

– Dhomir Mustatir/ Tersembunyi (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِ)

https://irilaslogo.files.wordpress.com/2012/11/dhomir-mustatir.png?w=461&h=284

BAB IV MUFRAD, MUTSANNA DAN JAM’

MUFRAD, MUTSANNA DAN JAMA’

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:

1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.

Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf NunKasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:

Mufrad Tarjamah Mutsanna Tarjamah
رَجُلٌ = seorang laki-laki رَجُلاَنِ = dua orang laki-laki
جَنَّةٌ = sebuah kebun جَنَّتَانِ = dua buah kebun
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمَانِ = dua orang muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَتَانِ = dua orang muslimah

Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:

1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:

Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
اِبْنٌ = seorang putera بَنُوْنَ = putera-putera
بِنْتٌ = seorang puteri بَنَاتٌ = puteri-puteri
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمُوْنَ = muslim-muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَاتٌ = muslimah-muslimah

2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:

Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
رَسُوْلٌ = seorang rasul رُسُلٌ = rasul-rasul
عَالِمٌ = seorang alim عُلَمَاءُ = orang-orang alim
رَجُلٌ = seorang laki-laki رِجَالٌ = para laki-laki
اِمْرَأَةٌ = seorang perempuan نِسَاءٌ = perempuan-perempuan

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

BAB III ISIM ISYARAH

Isim Isyarah adalah kata tunjuk baik itu jarak dekat maupun jauh. (Pengetahuan konseptual).

  • هَذَا dan هَذِهِ merupakan kata tunjuk jarak dekat yang berarti ini.
  • ذَالِكَ dan تِلْكَ merupakan kata tunjuk jarak jauh yang berarti itu.

ØCara penempatan isim isyarah: (Pengetahuan prosedural)

  1. Apabila isim isyarah (kata tunjuk) berjenis laki-laki, maka kata

setelah isim isyarah juga berjenis laki-laki.

  • Apabila isim isyarah (kata tunjuk) berjenis perempuan, maka kata

setelah isim isyarah juga berjenis perempuan.

Lihat video berikut penjelasan tentang Isim Isyarah

Contoh:

ذَالِكَ مِصْبَاحٌ هَذَا بَابٌ
تِلْكَ مِرْآةٌ هَذِهِ نَافِذَةٌ

BAB II HURUF HIJAIYAH DAN PENULISAN DI AKHIR KATA ATAU KALIMAT

HURUF HIJAIYAH DAN PENULISAN DI AKHIR KATA ATAU KALIMAT

setelah memahami dasar penulisan huruf di awal dan tengah maka dilanjut pembelajaran penulisan huruf hijaiyah pada akhir kalimat atau kata. berikut contoh bagan cara penulisannya :

Contoh Di akhir Huruf  Asli
اَنَا ـــا… ا
اَلْغَيْبُ ـــــب…. ب
اَلْبَيْتُ ـــــت…. ت
حَـدِيْثُ ــــــث… ث
ثَـلْـجٌ ــج… ج
اَلْمَسِيْحُ ــح… ح
نَنْسَخْ ــخ… خ
مَسَـدٌ ــد…. د
يَــوْمَـئِـذٍ ــذ… ذ
تَـنْهَرُ ــر… ر
نُعْجِزُ ــز… ز
لَيْسَ ــس… س
إِخْشَ ــش… ش
يُـخْلِصُ ــص… ص
بَعْضُ …ــض ض
سَلَطَ ــط… ط
غَلَظَ ــظ… ظ
مَنَـعَ ــع… ع
بَلَغَ ـــغ… غ
يثوْسُفُ ــف… ف
خَلَـقَ ــق… ق
مَلَكَ ــك… ك
عَسَلٌ ــل… ل
الرَحِيْمُ ــم… م
الرَحْـمَنُ ــن… ن
عَجِبُوْ ــو… و
مَالَهُ …ــه هـ
طِفْلاً ــلا… لا
يَشَاءُ ء… ء
يَسْتَحْيِ ــي… ي

BAB I HURUF HIJAIYYAH

MENULIS HURUF HIJAIYAH PADA AWAL KATA

Seperti disampaikan diatas bahwasanya perlu latihan dan praktek penulisan, disini akan disampaikan nama huruf dan contoh penulisannya di awal kalimat :

Contoh Di awal Huruf  Asli
اَلْحَـمْدُ ……ا ا
بـــِــسْمِ ……بـ ب
تَـرْمِيْهِمْ ……تـ ت
ثَـوْبٌ …..ثــ ث
جَسَـدٌ …جـ ج
حَسَـدٌ …حـ ح
خَشِيَ …خـ خ
دُكَتْ …د د
ذَهَبَ …ذ ذ
رَضِـيَ …ر ر
زَمَنٌ …ز ز
سَأَلَ …سـ س
شَجَرَةٌ …شـ ش
صَدَرَ …صــ ص
ضَحِكَ …ضــ ض
طَبَـقٌ …طــ ط
ظَهَرَ …ظــ ظ
عَـيْـنٌ …عــ ع
غَضِبَ غـ…ـ غ
فِيْهَا …فــ ف
قَرِيْبٌ …قــ ق
كَتَبَ …كــ ك
لَـهَبٍ …لـ ل
مَسْجِدٌ …مــ م
نَعْقِلُ …نــ ن
وَصَلَ …و و
هَــذَا …هــ هـ
لاَعَـنَ …لا لا
ءَ أَنْتَ …ء ء
يَغْفِـرَ …يـ ي

MENULIS HURUF HIJAIYAH DI TENGAH KATA ATAU KALIMAT

setelah mengetahui tentang cara dan contoh penulisan beserta huruf aslinya, dilanjutkan bagaimana cara huruf hijaiyah di tulis jika berada di tengah-tengah kata atau kalimat. berikut bagan penulisan :

Contoh Di tengah Huruf  Asli
يَشَاءُ …..ــا…… ا
نَـعْبُدُ ….ــــبـــ… ب
نَـسْتَعِـيـْنُ ….ــتــ….. ت
مَـثَلُهُمْ …..ــــثــــ…. ث
يَـسْجُـدُ …جـ… ج
يَـحْسُدُ …ــحـ… ح
يَـخْشَى …ــخـ… خ
فَقَدَرَ …ــد…. د
يَذْهَبُ …ــذ… ذ
يَـرْضَى …ــر… ر
مِيْـزَانٌ …ـــز… ز
يَسْأَلُ …ــســ… س
يَشْهَدُ …ــشــ… ش
يَصْدُرُ …ــصــ… ص
يَضْحَكُ …ــضــ… ض
يَـنْـطِـقُ …ــطــ… ط
يَظْهَرُ …ــظــ… ظ
يَــنْعِقُ …ــعــ… ع
يَـغْضَبُ …ــغــ… غ
يَـفْـقَـهُ …ــفــ… ف
يَـقْرَأُ …ــقــ… ق
يَكْتُبُ …ــكـ… ك
يَلْعَبُ …ــلــ… ل
يَـمْكُثُ …ــمــ… م
جَهَنَمُ …ــنــ… ن
فَسَوْفَ …ــو… و
يَهْدِى …ــهـ… هـ
يُلاَعِــنُ …ــلا… لا
يَسْتَهْـزِءُوْنَ …ء… ء
شَيْئًا …ــيـ… ي